Sabtu, 23 Januari 2010 - 17:45:42 WIB
Matematika Masih Momok
Diposting oleh : Administrator
Kategori: pembelajaran
- Dibaca: 128 kali
Sampel Hasil Tryout SMA, Nilai Masih di Bawah 4,5
MALANG - Mata pelajaran matematika sepertinya bakal menjadi momok bagi peserta ujian nasional (UN) SMA Maret mendatang. Karena dari hasil tryout yang dilaksanakan sejak Senin-Rabu lalu, nilai matematika yang paling jeblok. Dari sampel di dua SMAN favorit di Kota Malang, yakni di SMAN 5 dan SMAN 10, nilai matematika masih di bawah standar lulus UN, yakni 4,5.
Jebloknya matematika itu sebenarnya di luar prediksi. Karena sebelumnya beberapa guru dan kepala sekolah memperkirakan mata pelajaran fisika justru yang paling berat bagi siswa. "Tapi ternyata nilai matematika yang paling jelek di sekolah kami," kata Dra Setyawati, wakasek bidang kurikulum SMAN 5, dihubungi kemarin.
Menurut Setyawati, standar nilai untuk matematika adalah 4,5. Namun mayoritas peserta tryout nilai matematikanya masih berada di bawah standar itu. Sementara untuk standar nilai mapel lain - selain matematika - yang di-UN-kan adalah 5,5. Dan, mayoritas siswa di atas standar 5,5 itu, termasuk mapel fisika. "Ini artinya kecenderungan anak-anak memang lemah di matematika," urai guru Bahasa Jerman ini.
Apa penyebab sulitnya mapel matematika? Menurut Setyawati, ada beberapa soal matematika dalam tryout yang mestinya untuk tingkat perguruan tinggi sehingga siswa masih belum mengenal jenis soal tersebut. Rumus-rumus untuk memecahkan soal juga belum dikenal.
Bukan hanya itu. Secara umum bobot soal dalam tryout memang sangat berat. Itu sudah menjadi komitmen dari musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) dari semua mapel yang bertugas membuat soal tryout. Tujuannya agar siswa terbiasa menghadapi jenis soal dengan bobot yang berat. Sehingga saat UN nanti tidak terlalu bingung.
"Saya kira ini tidak masalah karena memang masih tryout, masih ada kesempatan untuk mengevaluasi," tandas Setyawati.
Langkah yang bakal diambil sekolah adalah mewajibkan para guru, khususnya bidang studi matematika, untuk menambah banyak tugas. Baik di kelas maupun tugas di rumah (PR). Karena sisa waktu tinggal dua bulan, bisa saja setiap sepekan sekali dilakukan latihan berupa ulangan soal matematika. Termasuk masih ada peluang menghadapi tryout tahap kedua dan ketiga mendatang. "Acuan kami tetap materi yang sesuai dengan standar kompetensi lulusan (SKL)," tegas Setyawati.
Kondisi yang sama terjadi di SMAN 10. Meski nilai tryout masih belum direkap secara keseluruhan, tapi kecenderungan jebloknya nilai matematika sudah terjadi secara rutin. "Tahun lalu di sekolah kami matematikanya yang jelek. Saya belum tahu yang sekarang karena masih direkap dan besok baru diketahui," kata Kasek SMAN 10 Niken Asih Sandjojo, kemarin.
Yang sedikit melegakan, kata Niken, dari hasil ujian lokal di sekolah yang lalu, nilai matematika masih standar. Tidak terlalu baik memang, namun juga tidak bisa dianggap buruk. "Namun soal tryout dan ulangan memang beda," terang guru Bahasa Inggris ini.
Menurut perempuan yang sukses membawa SMAN 10 menjadi sekolah favorit tersebut, penyebab kecenderungan jebloknya nilai matematika karena siswa sudah down dulu ketika tahu mapel matematika. Karena mental sudah telanjur down sebelum ujian, berpengaruh pada konsentrasi.
Ada banyak rumus dan startegi yang dipelajari menjadi lupa ketika dalam kelas. "Faktor takut dengan matematika lebih dulu ini juga jadi kendala selain persoalan silit menghafal rumus," kata Niken.
sumber : jawa pos









| Maret, 2010 | ||||||
| M | S | S | R | K | J | S |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | |||






Pengunjung hari ini : 50
Total pengunjung : 3653
Hits hari ini : 108
Total Hits : 17627
Pengunjung Online: 6
